Lansia yang Sering Sakit Disebut Membaik Setelah Dapat Boga Sehat
Pemkab Bantul terus menjalankan program Boga Sehat untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi lansia. Tahun ini, program tersebut dianggarkan untuk 1.112 lansia telantar, meski jumlah itu belum bisa mencakup seluruh lansia yang membutuhkan.
Kepala Dinas Sosial Bantul Sukrisna Dwi Susanta bilang, penerima manfaat akan mendapat makanan sehat dua kali sehari, yakni siang dan sore, selama 10 bulan. Program ini sudah berjalan selama bertahun-tahun dan menyasar lansia dengan kondisi yang berbeda-beda.
Sasarannya bukan cuma lansia telantar. Lansia yang hidup sendiri dan lansia yang masih produktif juga bisa mendapat dukungan lewat program ini, terutama untuk membantu menjaga kondisi kesehatan mereka agar tetap bisa menjalani aktivitas sehari-hari.
Mayoritas penerima manfaat merupakan lansia yang sudah tidak bekerja dan tinggal seorang diri. Mereka didata dan diusulkan oleh kalurahan melalui penanggung jawab PKK di masing-masing kalurahan.
Masalahnya, program ini belum bisa menjangkau semua lansia. Dinsos Bantul mengakui keterbatasan anggaran membuat belum seluruh kebutuhan lansia bisa dibiayai lewat APBD.
Makanan yang diberikan berupa nasi dan lauk-pauk seperti telur, ikan, serta daging. Penyalurannya dikoordinasikan TP PKK di masing-masing kalurahan supaya makanan bisa sampai ke penerima manfaat.
Dinsos Bantul melihat program ini bukan sekadar soal memberi makan. Dari pemantauan di lapangan, ada lansia penerima Boga Sehat yang kondisinya disebut membaik setelah rutin mendapat makanan bergizi.
Salah satunya di Kapanewon Srandakan. Sukrisna bilang, ada lansia yang sebelumnya sering sakit dan setelah mendapat Boga Sehat menjadi lebih jarang sakit. Namun, pengalaman tersebut masih berdasarkan pengamatan langsung terhadap beberapa penerima manfaat.
