Mahasiswa UMBY Bantu Omah Jamu Perluas Pasar Lewat Aplikasi
Jamu tradisional di Dusun Watu, Argomulyo, Sedayu, Bantul, mulai didorong masuk ke pasar digital. Omah Jamu Tradisional mendapat pendampingan mahasiswa KKN-PPM Mandiri Kelompok 120 UMBY untuk memperluas pemasaran lewat layanan pesan-antar makanan.
Pendampingan yang berlangsung sejak pertengahan Juli sampai akhir Agustus 2026 itu nggak cuma soal jualan online. Sebanyak 12 mahasiswa dari Program Studi Manajemen dan Psikologi juga memberikan edukasi kesehatan mental kepada pengrajin jamu dan warga sekitar.
Ketua Kelompok KKN 120 UMBY, Aditya Alif Yuwantanugraha, bilang program tersebut dimulai dengan sosialisasi kesehatan mental pada pekan pertama. Setelah itu, mahasiswa mulai mendampingi pengrajin memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk.
Praktiknya langsung dilakukan dengan mengenalkan penggunaan GoFood, ShopeeFood, dan GrabFood. Dengan begitu, produk Omah Jamu nggak cuma mengandalkan pembeli yang datang langsung ke lokasi.
Ketua Omah Jamu, Wagianti, menilai pendampingan tersebut membantu meningkatkan daya saing dan penjualan produk. Dia juga berharap kerja sama dengan mahasiswa, pemuda, dan warga sekitar nggak berhenti setelah program KKN selesai.
Omah Jamu sendiri bukan sekadar tempat produksi. Di Dusun Watu, tempat ini berkembang menjadi wadah berbentuk koperasi yang ikut membantu meningkatkan taraf hidup para pengrajin dan warga setempat.
Selain memproduksi jamu, Omah Jamu juga menjadi tempat edukasi soal tanaman herbal dan cara mengolahnya dengan pendekatan yang lebih modern.
Lewat pendampingan ini, jamu tradisional di Bantul mencoba mengikuti perubahan cara orang berbelanja. Produk yang selama ini dekat dengan pasar lokal kini mulai dikenalkan lewat layanan digital supaya jangkauannya bisa lebih luas.
