Nggak Cuma Kebersihan, Santri Juga Diajak Jaga Kesehatan Mental
Santri di Bantul nggak cuma dibekali soal cuci tangan, kebersihan asrama, dan pola makan sehat. Mereka juga diajak memahami kesehatan mental remaja, termasuk cara menghadapi beban belajar dan beradaptasi dengan lingkungan pesantren.
Hal itu dibahas dalam Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang digelar Dinas Kesehatan Bantul untuk Kader Kesehatan Remaja (KKR) di lingkungan pesantren, Selasa, 12 Agustus 2026.
Para santri yang ikut kegiatan tersebut diposisikan sebagai peer educator atau agen perubahan di pesantren masing-masing. Mereka diharapkan bisa menjadi contoh sekaligus membantu teman-temannya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat.
Materi pertama membahas Germas dan pentingnya kebiasaan sederhana untuk mencegah penyakit. Mulai dari mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan asrama, sampai memperhatikan pola makan.
Tapi pembahasannya nggak berhenti di kesehatan fisik. Dinas Kesehatan Bantul juga menghadirkan psikolog untuk membahas kesehatan mental remaja di lingkungan pesantren.
Para kader diajak memahami perubahan emosi saat remaja, beban belajar, sampai persoalan adaptasi sosial di pesantren. Mereka juga diajak memahami pentingnya saling mendukung antar-santri tanpa memberi stigma kepada teman yang sedang menghadapi masalah.
Dinas Kesehatan Bantul menilai KKR punya peran penting karena mereka berada dekat dengan sesama santri setiap hari. Karena itu, mereka nggak cuma diharapkan bisa menjaga kesehatan diri sendiri, tapi juga lebih peka melihat kondisi teman di sekitarnya.
Lewat kegiatan ini, Dinas Kesehatan Bantul ingin memperkuat peran KKR di pesantren agar kebiasaan hidup sehat nggak cuma soal badan yang sehat, tapi juga lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondisi mental remaja yang ikut diperhatikan.



