Nggak Cuma Nanam, Warga Bantul Didorong Bisa Bikin Jamu Sendiri
Dinas Kesehatan Bantul mendorong warga memanfaatkan tanaman obat yang ada di sekitar rumah, bukan cuma sebagai tanaman pekarangan, tapi juga untuk kebutuhan kesehatan keluarga. Dorongan itu dilakukan lewat Bimbingan Teknis Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga).
Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 26 Juni 2026, di rumah Sudiyatmi, Dusun Kiringan, Kalurahan Canden, Kapanewon Jetis, Bantul. Pesertanya merupakan penanggung jawab program kesehatan tradisional dan perwakilan kader Asman Toga dari 27 Puskesmas di Bantul.
Dalam kegiatan ini, peserta mendapat materi soal pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga. Intinya, warga didorong lebih aktif menggunakan pekarangan rumah untuk menanam tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional.
Bimtek nggak berhenti di materi. Peserta juga diajak melihat langsung laboratorium tanaman obat keluarga sekaligus praktik membuat jamu instan seroja.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan program Bantul Seroja atau Bantul Sehat Ekonomi Meningkat Karo Jamu. Lewat pemanfaatan tanaman obat keluarga, Dinas Kesehatan ingin kebiasaan menggunakan jamu dan tanaman obat tetap hidup di tengah masyarakat.
Harapannya, tanaman obat yang selama ini identik dengan warisan keluarga nggak cuma dipelihara sebagai tanaman di halaman rumah. Warga juga bisa memanfaatkannya secara mandiri dan berkelanjutan untuk mendukung kesehatan keluarga.



