Ekspos Bantul

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Jogja
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Sleman
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Bantul
  • Wisata Bantul
  • Kuliner Bantul
  • Seputar Bantul
  • Home
  • Berita Bantul

Greenhouse Melon Bantul Dipuji Inovatif, Warga Sekitarnya Dapat Apa?

By Pierre Pratama
October 17, 2026

Panen melon di Green House Saemaul Muntuk, Dlingo, memperlihatkan kemungkinan bagi pertanian lokal. Teknologi bisa dipadukan dengan edukasi dan kunjungan. Peluang itu baru berarti jika nilai tambahnya sampai kepada warga sekitar.

Green House Saemaul Muntuk di Dlingo menggabungkan budidaya melon berbasis teknologi dengan potensi wisata edukasi pertanian. Namun, keberhasilan model ini tidak cukup diukur dari panen dan kunjungan, melainkan juga dari manfaat ekonomi yang benar-benar diterima masyarakat sekitar.

Greenhouse yang dibangun Yayasan Global Saemaul Indonesia memiliki luas sekitar 600 meter persegi dengan sekitar 800 tanaman melon, 700 di antaranya varietas Chamoe. Angka ini menunjukkan skala budidaya, bukan bukti usaha telah menguntungkan.

Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo, saat menghadiri petik melon perdana pada 1 Oktober 2026, menilai inovasi dan teknologi perlu didorong agar pertanian lebih produktif. Namun, produktivitas hanyalah satu bagian dari ukuran keberhasilan.

Rencana membuka greenhouse bagi pengunjung untuk memetik melon dan belajar budidaya dapat menambah pendapatan di luar penjualan panen. Namun, belum tersedia data tentang jumlah pengunjung, tarif, biaya operasional, ataupun pendapatan yang dihasilkan.

Ukuran manfaat perlu diperjelas. Apakah warga terlibat sebagai pekerja, pemasok, pemandu, atau pelaku usaha pendukung? Tanpa data tentang keterlibatan dan pembagian pendapatan, manfaat bagi masyarakat masih berupa potensi, belum hasil terukur.

Pengelolaan modern disebut dapat menarik minat generasi muda pada pertanian. Tetapi teknologi saja tidak otomatis membuat sektor ini menarik; kepastian pasar, keterampilan, biaya produksi, dan peluang memperoleh penghasilan juga ikut menentukan.

Greenhouse Muntuk layak dikembangkan sebagai ruang belajar dan usaha pertanian, tetapi keberlanjutannya perlu dinilai lewat hasil panen, pemasaran, kunjungan, biaya, dan keterlibatan warga. Tanpa ukuran itu, kata “inovatif” mudah berhenti sebagai label.

Panen perdana adalah awal yang menjanjikan, bukan garis akhir keberhasilan. Jika produksi, edukasi, dan kunjungan menciptakan pendapatan terukur bagi warga, greenhouse ini membuktikan teknologi pertanian menghasilkan lebih dari sekadar melon.

Tags:
  • Berita Bantul
Also read
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Related news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Latest news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Show more
Post a Comment
Cancel
Berita Populer
  • Pemkab Bantul Mulai Genjot Pandansimo, Kalah Jauh dari Parangtritis

    August 19, 2026
    Pemkab Bantul Mulai Genjot Pandansimo, Kalah Jauh dari Parangtritis
  • Puluhan Siswa dan Guru Bantul Tumbang Usai Makan MBG Berbakteri

    September 19, 2026
    Puluhan Siswa dan Guru Bantul Tumbang Usai Makan MBG Berbakteri
  • Serukan Gotong Royong, Gimana Keadilan Dijalankan dalam Kebijakan?

    October 17, 2026
    Serukan Gotong Royong, Gimana Keadilan Dijalankan dalam Kebijakan?
  • Lansia yang Sering Sakit Disebut Membaik Setelah Dapat Boga Sehat

    August 19, 2026
    Lansia yang Sering Sakit Disebut Membaik Setelah Dapat Boga Sehat
  • Pasar Sepi, Pemkab Bantul Coba Dua Jurus! ASN dan Rumah Hantu

    September 19, 2026
    Pasar Sepi, Pemkab Bantul Coba Dua Jurus! ASN dan Rumah Hantu
Kategori Populer
  • Berita Bantul
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.