Ekspos Bantul

  • Berita Daerah
  • _Ekspos Jogja
  • _Ekspos Kota Jogja
  • _Ekspos Sleman
  • _Ekspos Gunungkidul
  • _Ekspos Kulon Progo
  • Berita Bantul
  • Wisata Bantul
  • Kuliner Bantul
  • Seputar Bantul
  • Home
  • Berita Bantul

Serukan Gotong Royong, Gimana Keadilan Dijalankan dalam Kebijakan?

By Pierre Pratama
October 17, 2026

Upacara Hari Kesaktian Pancasila menghadirkan kata-kata besar: persatuan, keadilan, dan kepentingan bersama. Namun, pengamalannya tidak selesai ketika ikrar dibacakan. Nilai itu berarti saat memengaruhi perlakuan terhadap warga dan keputusan publik.

Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo mengingatkan pentingnya menerapkan Pancasila melalui gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan keadilan. Tantangannya bukan berhenti pada ikrar upacara, melainkan memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.

Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo menyampaikan pesan itu setelah membacakan ikrar di Lapangan Paseban, Kamis (1/10/2026). Ia menekankan penghormatan terhadap perbedaan, gotong royong, musyawarah, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.

Kerukunan bukan berarti semua orang harus berpandangan sama. Perbedaan kepentingan akan selalu ada. Persoalannya ialah bagaimana perbedaan dikelola tanpa merendahkan hak orang lain atau mengabaikan kepentingan warga yang lebih luas.

Hanung menghubungkan nilai Pancasila dengan fungsi DPRD dalam legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Musyawarah dan keadilan bukan hanya urusan antarwarga, tetapi juga prinsip yang semestinya tampak saat kebijakan ditentukan dan anggaran digunakan.

Ajakan mendengar aspirasi belum membuktikan kebijakan telah adil atau menjawab kebutuhan warga. Bahan ini tidak memuat contoh kebijakan maupun ukuran hasilnya. Karena itu, pernyataan tersebut merupakan prinsip yang masih perlu diuji.

Di masyarakat, pengamalan Pancasila terlihat melalui tindakan dekat: membantu warga yang membutuhkan, menjaga lingkungan, menghormati hak orang lain, dan bermusyawarah. Tindakan itu sederhana, tetapi menuntut konsistensi ketika kepentingan berbeda.

Upacara yang dipimpin Kapolres Bantul dan dihadiri unsur Forkopimda, ASN, serta pelajar menegaskan nilai kebangsaan. Namun, seremoni bukan bukti nilai itu sudah hidup. Pembuktiannya berlangsung setelah peserta kembali menjalankan tanggung jawab.

Pancasila diuji saat masyarakat menjaga kerukunan dan lembaga publik memperlakukan warga secara adil. Ikrar memberi arah; keputusan, pelayanan, dan tindakan sehari-hari menunjukkan apakah nilai itu benar-benar dijalankan.

Tags:
  • Berita Bantul
Also read
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Related news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Latest news
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Show more
Post a Comment
Cancel
Berita Populer
  • Pemkab Bantul Mulai Genjot Pandansimo, Kalah Jauh dari Parangtritis

    August 19, 2026
    Pemkab Bantul Mulai Genjot Pandansimo, Kalah Jauh dari Parangtritis
  • Puluhan Siswa dan Guru Bantul Tumbang Usai Makan MBG Berbakteri

    September 19, 2026
    Puluhan Siswa dan Guru Bantul Tumbang Usai Makan MBG Berbakteri
  • Serukan Gotong Royong, Gimana Keadilan Dijalankan dalam Kebijakan?

    October 17, 2026
    Serukan Gotong Royong, Gimana Keadilan Dijalankan dalam Kebijakan?
  • Lansia yang Sering Sakit Disebut Membaik Setelah Dapat Boga Sehat

    August 19, 2026
    Lansia yang Sering Sakit Disebut Membaik Setelah Dapat Boga Sehat
  • Pasar Sepi, Pemkab Bantul Coba Dua Jurus! ASN dan Rumah Hantu

    September 19, 2026
    Pasar Sepi, Pemkab Bantul Coba Dua Jurus! ASN dan Rumah Hantu
Kategori Populer
  • Berita Bantul
Copyright © 2026 Ekspos Jogja. All rights reserved.