Serukan Gotong Royong, Gimana Keadilan Dijalankan dalam Kebijakan?
Upacara Hari Kesaktian Pancasila menghadirkan kata-kata besar: persatuan, keadilan, dan kepentingan bersama. Namun, pengamalannya tidak selesai ketika ikrar dibacakan. Nilai itu berarti saat memengaruhi perlakuan terhadap warga dan keputusan publik.
Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo mengingatkan pentingnya menerapkan Pancasila melalui gotong royong, penghormatan terhadap perbedaan, dan keadilan. Tantangannya bukan berhenti pada ikrar upacara, melainkan memastikan nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan pemerintahan.
Ketua DPRD Bantul Hanung Raharjo menyampaikan pesan itu setelah membacakan ikrar di Lapangan Paseban, Kamis (1/10/2026). Ia menekankan penghormatan terhadap perbedaan, gotong royong, musyawarah, dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari.
Kerukunan bukan berarti semua orang harus berpandangan sama. Perbedaan kepentingan akan selalu ada. Persoalannya ialah bagaimana perbedaan dikelola tanpa merendahkan hak orang lain atau mengabaikan kepentingan warga yang lebih luas.
Hanung menghubungkan nilai Pancasila dengan fungsi DPRD dalam legislasi, penganggaran, dan pengawasan. Musyawarah dan keadilan bukan hanya urusan antarwarga, tetapi juga prinsip yang semestinya tampak saat kebijakan ditentukan dan anggaran digunakan.
Ajakan mendengar aspirasi belum membuktikan kebijakan telah adil atau menjawab kebutuhan warga. Bahan ini tidak memuat contoh kebijakan maupun ukuran hasilnya. Karena itu, pernyataan tersebut merupakan prinsip yang masih perlu diuji.
Di masyarakat, pengamalan Pancasila terlihat melalui tindakan dekat: membantu warga yang membutuhkan, menjaga lingkungan, menghormati hak orang lain, dan bermusyawarah. Tindakan itu sederhana, tetapi menuntut konsistensi ketika kepentingan berbeda.
Upacara yang dipimpin Kapolres Bantul dan dihadiri unsur Forkopimda, ASN, serta pelajar menegaskan nilai kebangsaan. Namun, seremoni bukan bukti nilai itu sudah hidup. Pembuktiannya berlangsung setelah peserta kembali menjalankan tanggung jawab.
Pancasila diuji saat masyarakat menjaga kerukunan dan lembaga publik memperlakukan warga secara adil. Ikrar memberi arah; keputusan, pelayanan, dan tindakan sehari-hari menunjukkan apakah nilai itu benar-benar dijalankan.

